Sabtu, 22 Februari 2014

Hujan

Disaat awan menurunkan semua airnya,bagaikan dirinya telah menumpahkan kesedihan yang amat dalam.
Seperti diriku yang menumpah semua air mataku,ingin rasanya aku melampiaskan ini semua kepada dia,kepada dia yang hanya bisa membuat diriku sakit,sakit dan terus begitu sangat sakit rasanya,entah kenapa dia tega melakukan itu,apakah dia tidak punya perasaan?
Ataukah itu sudah menjadi kebiasaannya untuk menyakiti semua hati wanita?
Entah lah,saat ini aku hanya mencoba membendung air mataku,agar air mata ku tidak terbuang sia sia hanya karena seseorang yang tidak pernah bisa mengerti aku,tidak pernah bisa menyukai aku..dan kalaupun memang tidak bisa,haruskah kau genggam tangan wanita lain didepan ku ?yang tak lain wanita itu adalah sahabatku sendiri? Haruskah kau melakukannya?berpikirkah kau apa yang dirasakan semua wanita yang mencintai kamu?
Rasanya itu perih sekali,dan andai dia bisa merasakan hal yang sama,mungkin dia akan menjeritt kesakitan,tapi tuhan itu adil,dia menciptakan wanita dengan perasaan yang lebih kuat lebih tahan dari apapun,..kini aku pun mencoba melupakan semuanya,dan mungkin itu adalah suatu kenangan yang terindah juga terburuk