Jumat, 27 September 2013

Aku terbiasa menikmati luka Membiarkannya menggerogoti hati Tertawa adalah caraku sembunyikan air mata Kubiarkan dunia menyangka aku baik-baik saja Kubiarkan semesta menutup rasa lelah yang tersimpan di dada Tertawa adalah caranya menunjukkan rasa cintanya Dia buat dunia menyangka hanya dia yang mencintaimu begitu dalamnya Dia buat semua orang percaya hanya dia yang mengerti dirimu sebenarnya Tanpa pernah dia menyadari ada aku, yang jauh lebih mencintaimu Yang jauh lebih memahamimu Yang jauh lebih mengerti binar matamu Tertawa adalah caramu menyakitiku Karena dengan tawa itu, aku semakin sadar… Bahwa aku semakin terperosok dalam pusaran cinta tanpa balas Tertawa adalah caramu menyudutkanku Karena dengan tawa itu, aku tahu… Kau hanya tertawa selebar itu untuknya Tanpa aku bisa mengartikan tawamu padanya, yang terlalu abstrak Apakah itu bahasa cinta? Dan dengan hati kembali tersayat luka, mata kembali basah oleh air mata, Aku memilih kembali menikmati rasa sakit, sambil menebar tawa Lalu seisi jagad raya kembali menyangka aku baik-baik saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar